Tampilkan postingan dengan label Just Share. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Just Share. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Agustus 2012

Pak Nimo, Si Penjual Sapu Lidi

Diposting oleh Ken Mercedez di 23.17.00 0 komentar
Pada bulan ramadhan yang baru saja berlalu ini, ada seorang kakek tua yang menjajakan sapu lidi di depan rumahku. Kakek tua itu bernama Pak Nimo. Umurnya sudah 90tahunan dan masih sanggup berjalan jauh walau dengan langkah tertatih – tatih. Itu senantiasa dilakukannya untuk menjual sapu lidi. Di usianya, beliau tinggal seorang diri di rumah kecilnya di pinggir kota. Setelah aku membeli sapu lidi dagangannya, Pak Nimo meminta izin beristirahat di teras rumahku karena lelah. Subhanallah, beliau tetap berpuasa sehingga aku tidak bisa menawarkan segelas air putih padanya.
Beliau mengingatkanku pada Almarhum kakekku yang sangat ku sayangi. Beliau juga bercerita tentang hidupnya, untuk berbuka puasa hanya makan nasi dan garam. Aku menangis mendengar kisah hidup beliau. Beliau sebenarnya punya 3 orang anak, tetapi semuanya tidak pernah menjenguknya lagi. Istrinya sendiri sudah meninggal sejak lama. Dari beliau aku memahami makna berpuasa, yakni merasakan penderitaan berlapar karena tidak ada yang bisa dimakan tetapi harus tetap semangat bekerja.
Sapu lidi yang dijualnya tidak banyak karena beliau tidak mampu membawa terlalu berat. Harga sapu lidinya 5000 rupiah dan hanya mengambil laba 500 rupiah. Satu hari jika laku satu buah saja sudah untung. Bayangkan bagaimana hidup yang beliau jalani. Beliau juga bertanya berapa harga beras yang enak. Aku menangis sekali lagi, dan lagi. Terus menerus sampai beliau memintaku berhenti menangis.
Kemarin aku memimpikan beliau mengenakan baju taqwa putih, mengenakan peci dan sarung kotak – kotak berwarna merah sembari membawa tongkat. Aku merindukannya. Walau hanya  kali aku bertemu dengannya, tapi aku menganggapnya kakekku. Setiap hari aku menanti beliau lewat di depan rumahku, tapi aku belum melihatnya lagi. Semoga beliau baik – baik saja. Aamiin.

Senin, 13 Agustus 2012

Catatan Si Boni

Diposting oleh Ken Mercedez di 08.40.00 0 komentar
Hai, namaku Boni. Umurku baru 4 bulan. Aku kucing paling ganteng sejagat kampung rumahku. Aku masih keturunan Persia loh! Nama ibuku Hwang Beo Jin atau lebih unyu dipanggil Pochil.

Mama Pochil merupakan kucing elit, paling elit di kampungku. Dia asli keturunan Persia. Tidak ada kucing yang berani mendekatinya selain ayahku. Ayahku punya nama panggilan Si Tukang Becak. Hihi... Nama panggilan ini diberikan Pak Ayam karena ia tidak suka pada kucing kampung kotor, dekil, dan kurus yang mendekati kucing elit kesayangannya. Kisah cinta Mama Pochil mirip Romeo dan Juliet versi kucing. Gimana enggak, setiap mereka bertemu selalu sembunyi sembunyi di belakang rumah. Kalau ketahuan Pak Ayam bisa payah! Pernah Pak Ayam memergoki Si Tukang Becak mendekati ibuku. Pak ayam yang berang menembakkan senjata angin pada ayahku, namun ayahku yang cerdik dan lincah berhasil melarikan diri.

Kemudian Mama Pochil hamil. Kehamilannya baru diketahui setelah aku dan sodara sodaraku dilahirkan, jadi udah telah banget ya.
Aku dan keenam sodaraku yang lain lahir di kasur Pak Ayam. Malam itu Mama Pochil nekad naik ke atas kasur. Walaupun dipaksa turun, Mama Pochil gak mau. Hingga akhirnya tengah malam sampai jam 7 pagi, Mama Pochil melahirkan 7 anak berturut turut. Sayangnya 3 sodaraku mati karena kondisinya lemah. Aku dan ketiga sodaraku yang lain kemudian dibesarkan di sebuah ember besar yang cukup untuk memandikan bayi manusia. Mama Pochil tidak selalu menemani kami. Terkadang ia mencari ruang yang lebih luas dan tidur di lantai. Mungkin Mama Pochil sedikit tertekan karena ayah tidak pernah datang menjenguk kami.

Setelah berumur 2 bulan, aku dan ketiga sodaraku dipisah. Muezza, kucing yang mirip denganku dan berjenis kelamin jantan menjadi milik teman anak Pak Ayam. Disana ia hidup sejahtera dan berlimpah kasih sayang. Melas kemudian diberikan pada sodara Pak Ayam. Melas awalnya bernasib buruk. Ia menularkan jamur gatal padaku dan sodara sodaraku yang lain. Karena mengakibatkan manusia gatal gatal hebat, Melas sempat berpindah pindah tangan dari satu orang ke orang lainnya. Kabar terakhir yang kudengar, dia diasuh sebuah keluarga yang sangat menyayanginya. Ia dimandikan 2 kali sehari dan dibedakin mirip bayi manusia! Hii...

Aku dan Bonu tinggal di rumah Pak Ayam. Pak Ayam dan kedua putrinya sangat menyayangi aku. Mereka bilang aku kucing ganteng, unyu, dan mirip banget sama Mama Pochil. Sedangkan Bonu yang berwarna hitam-kuning kecokelatan menjadi kesayangan istri Pak Ayam. Bonu memang tidak terlalu unyu, tapi dia sangat cerdik dan licik, juga nakal. Aku sering mengikuti jejak Bonu karna kupikir dia keren!

Mama Pochil hanya bersama kami selama 2 bulan. Suatu sore Mama Pochil menghilang dan tidak kembali sampai sekarang. Kemungkinan 99,99% Mama Pochil diculik orang jahat. Pak Ayam sekeluarga sedih dengan kepergian Mama Pochil. Aku dan Bonu pun begitu.
Sampai saat ini, Mama Pochil masih ada dalam ingatan kami. Kadang aku berdoa, semoga yang mencuri ibuku ketiban sial seumur hidupnya. Tapi itu terlalu jahat juga sih, mengingat mungkin saja pencurinya nekad karna tuntutan hidup. Aku berusaha mengikhlaskan Mama Pochil pergi.
Mungkin di belahan dunia manapun tempat Mama Pochil sekarang tinggal, ia bisa hidup lebih bahagia sebagai kucing elit dan berkelas. Mungkin ia dapat menikmati perawatan untuk kucing elit, rajin check up ke dokter hewan, dan mendapat makanan yang mahal dan lezat. Sluuurrrpppp... Mama Pochil, dimanapun Mama berada semoga aku dan Bonu selalu ada di hatimu. Sarangheyo, Mama Pochil!

Minggu, 29 Juli 2012

Logo Ken Mercedez

Diposting oleh Ken Mercedez di 18.23.00 1 komentar
Guys, aku lagi bikin logo sederhana dengan segenap kemampuanku nih. Kira - kira bagus yang mana ya? Menurutku sendiri sih yang ijo, menurut kalian gimana?

Logo 1:



Logo 2:

Senin, 23 Juli 2012

ABG Galau

Diposting oleh Ken Mercedez di 23.19.00 0 komentar
Guys, tanpa sengaja aku nemuin postingan gambar ini di fb salah seorang temanku. Coba deh diamati, diresapi dalam - dalam. hehehe... Gambar ini lucu lho, sekaligus mengingatkan Qta pada kebiasaan galau yang sering menerpa Qta.

Sekarang lagi musimnya galau. Aku sendiri bingung, siapa pencetus kegalauan ini pada mulanya ya? Terus kenapa harus kata 'galau' yang dipilih? Kok bukan 'Pening' misalnya, atau 'Resah' kek gitu? hehehe
Cukup kreatif sih dengan pilihan kata 'galau'. Unik gimanaaaa geto. hohohoho

Aku sendiri gak memungkiri, daku pun sering galau. Apalagi pas jaman SMA dulu. Hampir tiap hari Galau! Sukanya nangis dengerin lagu - lagu sedih, melow gitu. Waktu itu dengerin lagunya Letto, D'Massiv terus apaan lagi ya, udah banyak yang lupa. Pas waktu dengerin lagu aja baru keinget deh lagu itu pernah aku gemari waktu galau. Padahal nih, banyak orang yang permasalahannya lebih berat daripada Qta, tapi gak diekspos seperti Qta. hm...

Dulu itu aku sering galau pas mikirin dihianati sahabat, putus cinta, nilai ujian ancur, dimarahin ortu, dimarahin guru, kadang gara - gara bokek. xixixi

But, itu alami. Mungkin banyak remaja lainnya yang mengalami kegalauan. Semua ada prosesnya. Untuk menuju dewasa mungkin Qta masuk zona galau dulu. Asal, galaunya jangan lama - lama ya! Ntar bisa stres. Enjoy aja lagi, kayak iklannya rokok. Semuanya pasti berakhir, gak selamanya Qta galau tanpa bahagia.

Kalau kamu disuruh milih, ngikutin trend galau atau jadi orang yang hepi pilih mana? Kalo aku sih milih jadi orang hepi dong. So, Qta harus bangkit. Masalah - masalah yang Qta alami saat ini emang kadang terasa beraaaatttt banget. Tapi suatu saat nanti kalo Qta mengingat masa - masa berat itu bisa senyum - senyum sendiri karna Qta bisa melaluinya. Yang terpenting adalah mengambil maknanya. Ingat, di buku Sidu *kok jadi promosi?* ada tulisan yang kalo gak salah gini nih: Experience is a good teacher. Ada tuh di bawah sendiri. Dulu pas sekolah aku sering melafalkan kata - kata itu.

Semangat ya Guys! Semoga Qta bisa cepet - cepet keluar dari zona Galau yang bikin kepala pusing, hati perih, perut kembung, sesak napas, nyeri sendi, keram otot *alaydotcom* 

Hidup itu indah, terlalu indah untuk ditangisi :D

Jumat, 25 Mei 2012

Try to Make Danbo

Diposting oleh Ken Mercedez di 22.40.00 0 komentar
Hai hai...

Rasa keingintahuan membuatku semangat bikin Danbo. Tutorialnya pake bahasa inggris, gambarnya juga ribet. Males banget mau ngikutin berdasarkan step-nya. Akhirnya bikin dengan ngawur - ngawuran deh. Hehehe

Hasilnya? Seperti ini:






Harap maklum ya, masih pemula jadi masih gak terlalu apik. :p

Jumat, 18 Mei 2012

My Kitties

Diposting oleh Ken Mercedez di 23.25.00 2 komentar
Kucingku yang super Unyu, hehe... Pochil kini sudah punya anak, jadi aku sering panggil dengan sebutan "Mama Pochil". Awalnya Mama Pochil punya anak 7!!! Tapi perlahan mati satu per satu dan menyisakan 4 ekor anak. Kasihan. Tapi maklum, Mama Pochil kawinnya sama beda ras, Pochil si Kucing Persia menjalin hubungan terlarang dengan kucing kampung milik tetanggaku. Walhasil anaknya ada yang cantik, setengah cantik, sampai jelek. xixixi

Dari ke-4 anak kucing itu, hanya 2 yang ku rawat. Namanya Boni-Chil dan Mochil. Boni kucing jantan, sedangkan Mochil kucing betina. Tapi Boni penakut banget, digendong teriak - teriak dan suka nyakar! Tanganku udah banyak jadi korban, sampai seperti orang stres menyayat tangan sendiri, padahal aku hanyalah 'korban'.

Beda dengan Boni, Mochil lebih berani dan pendiam, tapi gesit banget! Mochil jarang nyakar. Tapi kalo Boni ngompor - ngomporin, akhirnya aku dicakar juga deh.... u.u

Trus, yang 2 kemana? Yang 2 diambil orang. Hahaks. 1 diambil temanku, satunya lagi diambil tanteku. Tapi Mama Pochil santai aja tuh anaknya ilang 1 per 1. Malah Mama Pochil sibuk menggemukkan badannya yang kembali kurus pasca melahirkan. Tapi pola makannya berubah. Sekarang dia pengennya makan apa yang dimakan manusia. Roti, Sosis, ikan, santan, kelapa parut, apa aja dehhh.... Tapi kalo buah2an yang seger - seger dia gak suka.

Mau intip fotonya? Ini dia. Tadaaaa!!!!!



Mama Pochil


Boni, Teroris Kecil


Boni waktu main bajuku



Boni umur 1 bulan


  Waktu masih bersama, umur 1 bulan

Sementara itu dulu deh fotonya. Tunggu koleksi berikutnya ya! :p

Anyyeong! ^^

Kamis, 10 Mei 2012

Romantic Song: Beautiful Girl by Jose Mari Chan

Diposting oleh Ken Mercedez di 23.52.00 2 komentar
Ada satu lagu yang menurutku romantis banget... Cekidot!

Beautiful girl, 
wherever you are 
I knew when I saw you, 
you had opened the door 
I knew that I'd love again
after a long, long while
I'd love again.  
You said "hello" and I turned to go  
But something in your eyes left my heart beating so 
I just knew that I'd love again after a long, long while I'd love again.  

Refrain : 
It was destiny's game 
For when love finally came on  
I rushed in line only to find
That you were gone.  
Whenever you are, 
I fear that I might  
Have lost you forever like a song in the night  
Now that I've loved again after a long, long while I've loved again. 
*Repeat Refrain 
Beautiful girl, I'll search on for you  
'Til all of your loveliness in my arms come true  
You've made me love again after a long, long while In love again  
And I'm glad that it's you  
Hmm, beautiful girl.

Jumat, 04 Mei 2012

LOMBA FTS NARSIS UNLIMITED: NARSIS ANTI GALAU BIKIN HIDUP HAPPY TANPA ENDING

Diposting oleh Ken Mercedez di 16.26.00 0 komentar
DL: 15 JULI 2012

Tema: "NARSIS UNLIMITED: Narsis Anti Galau Bikin Hidup Happy Tanpa Ending"

GRATIS untuk umum dan anggota Writing Revolution.

  • 30 Nominasi FTS Narsis Unlimited dibukukan, cetak nasional (masuk Gramedia) dan masing-masing mendapat 1 buku tanda terbit. (Tanpa membayar sepersen pun malahan mendapatkan royalti 10% dari harga jual buku).
  • Total hadiah lomba Rp 1 juta (bisa bertambah jika mendapat sponsor tambahan).

Syarat dan Ketentuan:
  1. Terbuka untuk Umum dan anggota Writing Revolution, GRATIS.
  2. Tulisan diangkat dari kisah nyata yang dialami sendiri oleh penulis, atau kisah orang lain (seperti teman, sahabat, saudara, kenalan dan lain-lain). Ditulis dengan gaya bercerita yang mengalir dan bisa mengundang tawa dengan gaya bahasa populer yang mudah dipahami.
  3. Setiap peserta hanya boleh mengikutkan 1 tulisan terbaiknya, yang belum pernah dipublikasi di media online (seperti situs, FB, atau Blog) atau tidak diikutkan dalam lomba lainnya dan ditulis pada masa lomba (27 April-15 Juli 2012).
  4. Panjang tulisan 2-3 halaman, spasi 1,5, kertas A4, jenis huruf TNR ukuran 12, margin 3 cm atau 1,18 inci semua sisi. Tulis biodata narasi di bagian akhir FTS-nya, panjang maksimal 100 kata.
  5. Tulisan dikirim dalam LAMPIRKAN FILE (Attach File) ke email: Antologi_WR@yahoo.co.id
  6.  Tulis di judul email: FTS NARSIS UNLIMITED: JUDUL TULISAN-Nama Penulis.
  7.  Sebarkan informasi ini di note FB minimal tag 20 teman dan bisa diposting di Blog kamu.
  8. Peserta diharapkan menampilkan gambar cover buku "Narsis Unlimited" sebagai profile picture FB-nya minimal selama satu minggu, sebagai tanda keikutsertaannya dalam event ini. Kemudian tag pada foto tersebut koordinator lomba FB: Rurin Kurniati dan Lomba-Narsis WR. Untuk mendapatkan gambar cover buku "Narsis Unlimited" klik di sini: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=288739517881784&set=a.117487305007007.30735.100002372143255&type=1&theater          (kemudian gambar diklik kanan lalu pilih "Simpang Gambar sebagai..." lalu pindahkan ke leptop atau komputer kamu). 
  9.  Jika ada pertanyaan silakan hubungi koordinator lomba: Rurin Kurniati.


Hadiah:
  • Juara I: Uang tunai Rp 500.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).
  • Juara II: Uang tunai Rp 300.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).
  • Juara III: Uang tunai Rp 200.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).
  • 3 Juara Harapan mendapat beasiswa Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO) Writing Revolution (ditambah 2 buku bukti terbit + e-sertifikat).

*Hadiah bisa bertambah jika ada tambahan sponsor lainnya.

Sebagai contoh penulisan FTS Narsis yang renyah dan bisa bikin ketawa silakan baca buku "Narsis Unlimited" yang sudah bisa dibeli Gramedia dan toko buku kesayangan Anda (pertengahan Mei sudah beredar di seluruh Gramedia).
Atau, bisa membeli langsung kepada kami, harga order: Rp 35 ribu (tebal vii+155 hlm) sudah termasuk ongkos kirim seluruh Indonesia. Order melalui sms: 085763208009.

Catatan:
*Update peserta, pengumuman nominator dan pemenang di Grup Zona Narsis Unlimited, atau klik: https://www.facebook.com/groups/narsisunlimited/

Sponsor:
  • Penerbit Writing Revolution.
  • Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO), info lebih lengkap silakan klik: http://writing-revolution.blogspot.com/

Jumat, 27 April 2012

Pendidikan Karakter Bangsa Sebagai Penunjang Perilaku Birokrat yang Berorientasi Kesejahteraan Sosial

Diposting oleh Ken Mercedez di 18.54.00 0 komentar

Karakter bangsa dalam antropologi (khususnya masa lampau) dipandang sebagai tata nilai budaya dan keyakinan yang mengejawantah dalam kebudayaan suatu masyarakat dan memancarkan ciri-ciri khas keluar sehingga dapat ditanggapi orang luar sebagai kepribadian masyarakat tersebut(Ade Armando, 2008 : 8).
Bangsa yang memiliki karakter baik diwujudkan dengan kebiasaan masyarakatnya yang senantiasa melakukan hal-hal yang baik. Karakter merupakan hal yang sangat penting bagi suatu bangsa karena karakter merupakan kombinasi dari kualitas-kualitas khusus masyarakatnya yang akan membuat bangsa tersebut berbeda dari bangsa-bangsa yang ada di dunia ini. Seseorang dapat dikatakan berkarakter apabila bertingkah laku sesuai dengan kaidah moral.
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai – nilai kesopanan, sehingga dikenal sebagai bangsa yang ramah tamah. Selain itu bangsa Indonesia merupakan bangsa yang selalu bergotong royong, sehingga dapat dikatakan solidaritasnya kuat. Tidak semua bangsa di dunia memiliki karakter ini, tetapi bangsa Indonesia memilikinya sejak dulu.
Ketika Indonesia terdiri dari bermacam – macam kerajaan, disana telah terbentuk budaya – budaya yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. hal ini dibuktikan dengan penanaman budaya gotong royong membangun desa, menanam padi bersama, berburu bersama – sama, hingga menumbuk padi bersama. Ada suatu solidaritas yang tinggi di masyarakat Indonesia pada masa itu.
Di sisi lain, masyarakat Indonesia memiliki tingkatan bahasa. Dalam suku Jawa, dikenal tingkatan bahasa yang disebut ngoko, krama, dan krama inggil. Tingkatan bahasa ini digunakan untuk membedakan seseorang dari golongan usia. Tujuannya, agar seseorang yang lebih muda dapat menghormati orang yang lebih tua dan orang yang lebih tua dapat mengayomi orang yang lebih muda. Tingkatan bahasa ini sebenarnya tidak hanya berlaku di suku Jawa, karena pada realitanya suku – suku lainnya seperti suku Madura dan Sunda juga menerapkan hal yang sama. Hingga saat ini di masyarakat pedalaman juga menggunakan tingkatan bahasa yang hampir serupa. Untuk menghormati orang lain pun dilakukan dengan membungkukkan badan ketika lewat di depan orang lain, juga mengucapkan salam. Hal ini membuktikan bahwa sejak jaman dulu masyarakat Indonesia telah memiliki karakter yang baik.
Kemudian pada masa penjajahan Belanda, masyarakat Indonesia bersatu padu melawan penjajah dengan bersenjatakan bambu runcing saja. Kesederhanaan ini didasari dengan semangat juang tinggi sehingga mampu mengusir penjajah yang menggunakan senjata canggih pada masa itu.
Karakter bangsa Indonesia sudah sepatutnya dilestarikan. Pada masa pemerintahan Soekarno, dilakukan upaya pembangunan karakter atau National Building, dan pada masa Presiden Soeharto juga dilakukan P4 dengan tujuan melestarikan  karakter bangsa Indonesia pada generasi penerus bangsa.
Hingga saat ini pun pendidikan karakter ini juga dilestarikan dengan adanya pendidikan Pancasila. Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang merupakan pedoman hidup bangsa. Disini karakter bangsa Indonesia dirangkum menjadi lima sila yang harus melekat pada setiap pribadi bangsa Indonesia.
Pada sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa diajarkan bahwa dalam kehidupan ada Tuhan yang selalu mengawasi perilaku kita. Oleh karena itu kita diharuskan untuk selalu mematuhi perintah Tuhan dan menjauhi larangan – larangan-Nya.
Pada sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab memiliki pengertian bahwa manusia memiliki adab atau perilaku yang baik dan adil. Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang baik diharuskan bersikap adil dan baik terhadap sesama. Selain itu disini juga dijunjung Hak Asasi Manusia (HAM).
Pada sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia menyatakan bahwa bangsa Indonesia harus selalu bersatu dan tidak bercerai berai. Persatuan harus selalu dijaga agar Indonesia menjadi negara yang kokoh.
Sila keempat yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan Pancasila”, memiliki arti bahwa rakyat dipimpin oleh pemimpin yang bijaksana. Disana rakyat diwajibkan untuk patuh, dan pemimpin yang berkuasa tidak boleh lupa pada rakyatnya. Hal ini dikarenakan untuk mengambil suatu keputusan, pemimpin harus selalu bermusyawarah dengan rakyat. Tujuannya agar rakyat sepakat dan mendukung pembangunan dengan semangat gotong royong. Sehingga kesepakatan yang diambil tidak merugikan rakyat dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Sedangkan pada sila kelima, Keadilan bagi Seluruh Rakyat Indonesia bertujuan untuk menciptakan keadilan yang tidak memihak dan tidak tidak berat sebelah. Negara Indonesia sebagai negara hukum harus bersikap adil dan mengayomi rakyatnya.
Apabila birokrat di Indonesia memahami nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila ini maka Indonesia akan menjadi negara yang makmur dengan rakyat yang kesejahteraannya terjamin. Pembangunan selalu didukung oleh semangat gotong royong rakyatnya.
Sayangnya di Indonesia saat ini, masyarakat mulai kehilangan jadi diri bangsa. Hal ini terjadi karena masuknya pengaruh asing yang menyebar cepat melalui perkembangan teknologi. Saat ini begitu mudahnya mempelajari budaya asing dengan menggunakan teknologi sehingga membuat masyarakat terbuai dan meninggalkan jati dirinya yang sesungguhnya.
Dimulai dari tunas – tunas bangsa, dari anak – anak hingga orang dewasa. Kini masyarakat semakin meninggalkan warisan nenek moyang kita. Anak – anak lebih suka mendengarkan lagu bernuansa percintaan daripada mendengarkan lagu daerah atau lagu – lagu nasional. Hal ini dapat menyebabkan anak – anak berpikir dewasa sebelum waktunya. Pada masa remaja mereka kemudian mencoba berbagai hal yang dianggap tabu. Mulai dari pergaulan bebas, mencoba budaya – budaya asing yang terangkum dalam gemerlap dunia malam. Disana mereka belajar mengenal budaya hedonisme yang tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. penyalahgunaan narkoba merajalela, tunas – tunas bangsa teracuni oleh hal – hal tidak berguna yang berujung pada kematian. Inspirasi – inspirasi kaum muda yang seharusnya dapat memajukan bangsa terputus oleh tali hitam dunia malam. Tak hanya tunas – tunas bangsa yang mulai terpengaruh budaya asing, orang – orang dewasa pun mengalami hal yang sama. Mereka kini disibukkan dengan suap menyuap dalam birokrasi, serta korupsi. Nilai – nilai kebersamaan digantikan oleh individualitas yang ingin menguntungkan diri sendiri dan tidak peduli pada nasib orang lain.
Contoh lain dapat kita temui di masyarakat perkotaan. Masyarakat di daerah perkotaan kini tidak saling mengenal dengan tetangga sendiri. Mereka yang hidup di perkotaan menjunjung tinggi privasi sehingga untuk sekedar menanyakan sesuatu dianggap melampaui privasi orang lain. Nilai – nilai gotong royong pun memudar, digantikan dengan individualitas. Selain itu, kepentingan – kepentingan sesaat yang ada pada pikiran orang dewasa membuat mereka lupa untuk mengajarkan budaya sopan santun pada anak – anak mereka. Hal ini menyebabkan kaum muda Indonesia menjadi kaum yang tidak memiliki toleransi dan sopan santun yang tinggi. Citra Indonesia sebagai bangsa yang ramah dapat tergantikan menjadi bangsa yang acuh.
Bangsa Indonesia sulit maju dengan kondisi masyarakat yang demikian. Nilai – nilai yang ditanamkan dari dulu semakin tergantikan dengan arus baru yang tidak sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Keadaan semacam ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Masyakarat harus disadarkan pada nilai – nilai Pancasila yang merupakan rangkuman budaya dan falsafah bangsa Indonesia. Pancasila yang merupakan pendidikan karakter sangat perlu diberikan kepada bangsa Indonesia sejak dini. Pendidikan ini dapat membentuk suatu paradigma dan karekteristik agar menjadi bangsa yang maju didukung dengan moral yang baik. Pembentukan karakteristik yang baik bagi bangsa akan membentuk suatu negara yang memiliki sumber daya manusia yang lebih baik dan bermartabat ditinjau dari nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam suatu negara.
Pendidikan karakter  pancasila ini dapat diberikan sedari dini di bangku sekolah. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda.
Pada hakekatnya, hanya pendidikan karakter Pancasila inilah yang dapat membentengi diri bangsa Indonesia dari pengaruh budaya asing. Pancasila dapat menjadi filter untuk memilah budaya asing mana yang dapat diserap dan mana yang harus dihindari. Pancasila sendiri merupakan ideologi yang terbuka, sehingga tidak selalu menuntut hal yang tidak pernah berubah. Pancasila mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman.
Dengan adanya teknologi yang canggih saat ini, pendidikan Pancasila tidak hanya dapat diberikan di sekolah, tetapi juga melalui internet, televisi, dan radio. Pancasila diajarkan melalui hal – hal menarik dalam kemasan teknologi canggih, seperti yang termuat dalam kandungan film – film produksi negeri yang mendidik. Pancasila dalam wujud filter menyaring budaya asing dalam teknologi modern, seperti misalnya Lembaga Sensor Indonesia yang bertujuan untuk memutus transfer budaya asing yang tidak mendidik generasi bangsa. Sehingga tunas – tunas bangsa dapat terhindar dari pengajaran yang salah.
Dengan adanya pendidikan karakter ini diharapkan bangsa Indonesia dapat mengenali identitasnya sebagai bangsa yang berbudi luhur, gotong royong, sopan santun. Dalam birokrasi pun para birokrat harus disadarkan pada tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Mereka tidak boleh lupa bahwa untuk mengambil sebuah keputusan harus didasarkan pada hasil musyawarah bersama. Sehingga rakyat tidak disengsarakan. Dengan demikian maka rakyat akan mendukung keputusan pemerintah dan bersatu padu membangun bangsa yang besar dan sejahtera.

Senin, 02 April 2012

Analogi Kehidupan dengan Bermotor di Jalanan

Diposting oleh Ken Mercedez di 20.57.00 0 komentar
Suatu sore saat hujan grimis, aku mengendarai motorku dari Bondowoso ke Jember. Di tengah perjalanan pikiranku melayang kemana - mana, kemudian aku menemukan sebuah filosofi ala diriku sendiri seperti berikut ini.

Hidup itu dapat dianalogikan seperti saat kita mengendarai motor di jalanan. Kita punya modal yaitu motor, dan keahlian untuk berkendara, sama seperti hidup, kita punya modal dan kemampuan untuk mencapai tujuan kita.
Jalan mempunyai dua sisi, yaitu sisi dimana kita melaluinya dan sisi yang berlawanan dengan kita. Di sisi jalan yang berlawanan dengan kita, orang - orang yang melaluinya jelas memiliki tujuan yang berbeda dan bersebrangan dengan kita. Tapi di sisi kita, ada orang - orang lain yang punya jalur sama dengan kita. Kadang kita saling mendahului, tegantung pada kecepatan kita mengendarai motor. Ini sama dengan hidup, kadang kita mendahului atau didahului tergantung seberapa cekatan diri kita.
Terkadang proses mendahului ini menimbulkan gesekan sehingga ada pihak yang jatuh bahkan terluka. Itu namanya persaingan tidak sehat. Sebenarnya kita punya 2 kaca spion untuk berhati - hati. Kaca spion ini adalah mata dan nurani kita. kalau kita mau melihat pada spion, kita dapat mengatur strategi agar seminimal mungkin tidak bergesekan dengan orang lain.
Di kanan kiri jalan banyak sekali panorama yang mungkin membuat kita terkesan. Kalau kita terlalu terkesima, kita bisa lupa jalan dan tujuan kita di depan dan bisa jadi kita menabrak sesuatu, terjatuh, bahkan tidak sampai pada tujuan kita. Itulah godaan duniawi.
Hm... begitulah renungan yang kudapatkan di jalan. Aku pengen share ini agar kita semua bisa memetik sesuatu dari renungan ini. Take care, Guys. :D

Sabtu, 31 Maret 2012

New Photos of Pochil, My Lovely Cat

Diposting oleh Ken Mercedez di 09.18.00 0 komentar
Hi Guys, kucingku suka banget bersantai di depan rumah. Ini foto waktu dia lagi mengamati sesuatu...


Ternyata sesuatu itu adalah kumbang di pohon. Waktu dia menyadari keberadaan si kumbang itu, jadilah dia seperti ini:

 

"Ugh, kumbangnya kok gak turun ya... Nungguinnya sampe capek nih," keluh kucingku.



Lamaaaa banget nungguin si kumbang turun, sampe capek nih. xixixi


Setelah kesal menunggu dan lapar menyerang, kucingku memutuskan untuk pulang saja. Sambil jalan dia mencari - cari kumbang yang mungkin aja tergeletak di tanah.


 

Semangat Pochil! Ganbatte ne!




Sabtu, 24 Maret 2012

Sedikit Curahan Kalbuku

Diposting oleh Ken Mercedez di 22.24.00 0 komentar
Ken pernah disakiti oleh seorang teman yang udah Ken anggap sodara sendiri. Rasanya sakiiiiiit banget. Ken gak bisa ngelupain itu sampe detik ini. Tiap liat orang itu nongol di depan mata, mau senyum aja rasanya gak ikhlas. hikssss.... kok Ken jadi kayak gini ya? Kesannya jadi kayak orang jahat. heeee...
Pernah gak para pembaca ngalami hal yang sama kayak aku? Kalo kalian disakiti sama teman yang udah dianggep sodara sendiri, apa kalian bisa memaafkannya? Apalagi dia udah melewati batas, menginjak harga diri kita. Thanks 4 share ya...

Kamis, 15 Maret 2012

Tugas SSBI-ku tentang Nasionalisme

Diposting oleh Ken Mercedez di 16.54.00 0 komentar
Namanya juga anak sospol *ihiiiirrrr* kemarin Ken disuruh bikin tugas tentang Nasionalisme. Gak boleh copas, minimal 5 lembar. Ken bingung nih, mau nulis darimana yaaak... 3 lembar aja buntu, apalagi 5 lembar. Aturan maennya kan font TMR 12, spasi 1,5 dengan Margin 4-4-3-3 (buat yang gak tau 4-4-3-3 tanya guru komputer aja deh :p). Uda deh Ken tulis dengan sekuat tenaga sampe ngelantur kemana2. Tapi kok gak penuh - penuh yak 5 lembar ene? Mau ditambahin apa lagi, otak dah mengepul. Eh, ternyata Ken lupa ngatur margin. Awalnya 2-2-2-2 gitu deh, pas diubah jadi 4-4-3-3 wuihiiii... Jadinya 6 lembar, sodara2! Jarang banget, soalnya kalo dosen bilang minimal 5 lembar, ato 3 lembar, ya tugas Ken lembarnya di batas minimal itu dah. Hahaha. Keesokan harinya, di kampus temen Ken bilang, "eh, aku ngikutin kamu. Biar cepet penuh tiap paragraf kuberi before and after spacing. Hahaha!" waduh, ajaran sesatku diikuti juga rupanya. Tapi di tugas Ken kali ini gak pake spasi model begituan lho *tumben banget*. Buat yang penasaran, Ken bagi deh. Menurut kalian gimana, Guys.

INTEGRASI BANGSA DAN SEMANGAT NASIONALISME
Pada dasarnya, nasion adalah suatu ikatan kasat mata yang tidak dapat dilihat, namun dapat dirasakan. Ikatan itu terjalin antara satu individu dengan individu lainnya dalam sebuah komunitas besar yang merasa senasib sepenanggungan. Berangkat dari rasa senasib sepenanggungan tersebutlah, terjalin suatu kerjasama untuk mempertahankan paham yang sama.
Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki ikatan nasion bahkan sebelum negara itu sendiri terbentuk. Rakyat Indonesia itu sendiri sebenarnya tidak terlalu menyadarinya pada masa penjajahan Belanda. Namun dengan semangat dan tekad untuk merdeka, barulah timbul kesadaran bahwa rakyat Indonesia memiliki ikatan nasion yang sama. Nasionalisme inilah yang kemudian menjadi kekuatan tangguh yang digunakan rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan dan bebas dari penjajahan bangsa lain yang tentunya memiliki nasionalisme yang berbeda dengan rakyat Indonesia.
Secara umum integrasi nasional mencerminkan proses persatuan orang-orang dari berbagai wilayah yang berbeda, atau memiliki berbagai perbedaan baik etnisitas, sosial budaya, atau latar belakang ekonomi, menjadi satu bangsa (nation) terutama karena pengalaman sejarah dan politik yang relatif sarna (Drake, 1989:16).
Apabila dikaitkan dengan pendapat Drake tentang integrasi nasional, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa masyarakat dari wilayah yang berbeda dapat bersatu tanpa memandang perbedaan etnis, sosial budaya, atau latar belakang ekonomi. Pada masa penjajahan, para pedagang asing, seperti komunitas Cina dan Gujarat berdatangan untuk berdagang. Mereka memiliki kebudayaan tersendiri dan ikatan solidaritas dalam etnis yang sama. Lambat laun dengan adanya asimilasi, komunitas Cina dan Gujarat tersebut menetap di Indonesia dan mempelajari budaya Indonesia. Karena adanya interaksi berkelanjutan, maka mereka dapat membaur dengan masyarakat pribumi namun belum melebur menjadi satu dengan sempurna.

Setelah Indonesia merdeka, masyarakat non pribumi belum diakui sepenuhnya oleh negara sebagai warga yang satu. Namun hal ini tidak menjadikan nasionalisme dalam jiwa mereka memudar. Mereka merasa telah menjadi bagian dari Indonesia karena sudah cukup lama tinggal di bumi Indonesia. seandainya mereka dipulangkan ke wilayah asalnya pun tentu mereka akan menolak karena keluarga yang mereka bangun berada di Indonesia, sedangkan di wilayah asalnya ikatan keluarga tersebut sudah pudar atau tidak ditemukan lagi jejaknya.
Perkembangan selanjutnya, sebagai contoh di bidang olahraga. Kita tentu telah mengetahui pemain bulu tangkis kebanggaan Indonesia yang merupakan keturunan Tionghoa bernama Susi Susanti. Dengan kemampuan bermain bulu tangkis yang hebat, tentu banyak negara yang menawarkan untuk bekerja disana dengan pendapatan yang lebih besar. Namun semangat nasionalisme dapat menepis tawaran – tawaran tersebut. Karena merasa sebagai warga Indonesia, Susi Susanti memilih untuk tetap bekerja dan mengabdikan diri pada Indonesia melalui kemampuan di bidangnya. Hal ini menunjukkan besar nasionalisme yang dimiliki oleh seseorang, terlebih dari kalangan etnis yang berasal dari non pribumi.
Semangat nasionalisme sebenarnya tidak dapat ditukar dengan materi ataupun hal – hal lainnya. Semangat ini telah tertanam dalam diri seseorang karena rasa emosional yang kuat untuk mempertahankan sesuatu yang telah diyakini. Rasa nasionalisme tidak harus ditunjukkan dengan perjuangan melawan penjajah, namun dapat ditunjukkan melalui pengabdian yang dapat diberikan dari apa yang mampu kita lakukan. Hal ini sangat penting karena dapat menjamin persatuan suatu negara. Dapat dikatakan berdirinya suatu negara dan kokohnya negara ditentukan oleh besarnya nasionalisme dari rakyatnya.
Kita dapat menengok pada negara lain yang berada di sekitar kita, misalnya Australia. Pada awalnya, Australia merupakan tempat pembuangan para kriminal berat. Karena memiliki kesamaan nasib, kemudian orang – orang yang berada disana membentuk sebuah ikatan kebersamaan.
Warga asing yang berdatangan ke wilayah tersebut juga turut menjadi sebuah ikatan kebersamaan yang disebut nasionalisme. Kuatnya rasa nasionalisme inilah yang membuat negara Australia terwujud dan menjadi sebuah negara yang besar. Masyarakat Australia mencintai negaranya dan rela mati untuk negaranya, sehingga negara ini menjadi negara yang kokoh. Hal semacam ini juga pernah terjadi di Indonesia pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Rakyat begitu mencintai Indonesia sehingga mampu mengusir segala ancaman dan gangguan yang timbul dari luar negeri. Rasa cinta ini membuat Indonesia yang baru merdeka tersebut semakin kuat, sehingga serangan dari luar tidak dapat menembus pertahanan Indonesia.
Seiring dengan perkembangan zaman, semangat nasionalisme di Indonesia saat ini mulai berkurang. Hal ini terjadi karena berbagai faktor baik dari luar maupun dalam negeri. Dari dalam negeri, semangat nasionalisme luntur karena rakyat mulai tidak percaya pada pemerintah, kebutuhan material yang belum tercukupi, dan keamanan yang tidak menjamin. Sedangkan dari luar yaitu pengaruh dan perkenalan terhadap budaya asing.
Faktor pertama yang menyebabkan semangat nasionalisme berkurang adalah ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah. Terjadi banyak sekali penyimpangan yang dilakukan oleh pemerintah. Prinsip ‘dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat’ kini tidak dapat diyakini kebenarannya. Pilihan rakyat terhadap pemimpin yang kemudian menduduki pemerintahan tidak memberikan kontribusi yang memuaskan rakyat. Janji – janji yang dibuat untuk mensejahterahkan kehidupan rakyat semakin kabur. Rakyat yang tidak percaya lagi terhadap pemerintah ini kemudian mengkerucut dari semangat nasionalisme menjadi semangat kedaerahan. Hal ini terjadi karena di daerah, tujuan dan nasib yang dialami adalah sama. Oleh karena itu, semangat kedaerahan ini mengikis semangat nasionalisme. Masyarakat di suatu daerah tersebut menginginkan untuk melepaskan diri dari negara Indonesia dan mendirikan suatu nasionalisme sendiri.
 Sebagai contoh, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang menginginkan masyarakat di daerah Aceh untuk membentuk negara sendiri terlepas dari negara Indonesia. Dengan demikian, semangat nasionalisme telah terabaikan oleh komunitas tersebut.
Faktor kedua adalah kebutuhan material yang belum tercukupi. Perkembangan zaman mengakibatkan kebutuhan tidak sesederhana dahulu. Apabila dulu masyarakat hanya membutuhkan sandang, pangan, dan papan, saat ini menjadi lebih dari ketiga hal tersebut. masyarakat juga membutuhkan pendidikan dan mata pencaharian. Sebagai contoh, masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Masyarakat di daerah tersebut kurang diperhatikan oleh pemerintah Indonesia. Ketika mencari mata pencaharian, mereka memasuki kawasan Malaysia. Disana mereka mendapatkan pekerjaan dengan pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Untuk anak – anak mereka, pendidikan diperoleh dengan bersekolah di sekolah – sekolah milik Malaysia. Sehingga nilai – nilai nasionalisme yang ditanamkan oleh sekolah tersebut adalah nasionalisme Malaysia. Anak – anak yang belum paham tentang sejarah Indnonesia lebih paham pada sejarah Malaysia, sehingga paham yang dianut adalah paham yang ditanamkan oleh Malaysia. Ketika suatu saat mereka ditanya untuk memilih antara Indonesia dan Malaysia, kemungkinan besar mereka memilih Malaysia. Pilihan ini didasari karena kedekatan emosional mereka pada Malaysia daripada Indonesia. Kita tidak dapat menyalahkan mereka karena pilihan yang mereka punya untuk bertahan hidup seperti itu. Kita seharusnya menginstrospeksi diri dan memperbaiki sistem yang ada di daerah perbatasan.
Contoh lainnya, seseorang yang memiliki kemampuan di bidang teknologi kurang dihargai di Indonesia. Indonesia belum mampu memberikan pemenuhan kebutuhan untuk orang berbakat tersebut. misalnya pada orang yang ahli di bidang animasi komputer. Karena Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan orang tersebut, maka ia bekerja untuk negara lain yang mampu mengembangkan bakatnya. Sehingga karena merasa kemampuannya diakui, orang tersebut memilih untuk menetap dan menjadi warga dari negara yang menaunginya.
Faktor ketiga yang dapat mengikis semangat nasionalisme adalah keamanan yang tidak menjamin. Keamanan sangat dibutuhkan oleh individu manapun. Tanpa keamanan ini, kita tidak dapat menjalankan rutinitas dengan baik. Apabila keamanan di Indonesia tidak terjamin, masyarakat yang memiliki kesempatan  untuk memilih akan hijrah ke negara lain yang dapat memberikan perlindungan atau jaminan keamanan. Sebagai contoh, masyarakat menengah ke atas cenderung memilih untuk tinggal di negara lain yang memberikan jaminan keamanan yang lebih baik daripada Indonesia. Awalnya hanya tinggal untuk sementara, namun karena merasa lebih aman dan nyaman, mereka memutuskan untuk berganti kewarganegaraan. Tentunya hal seperti ini dapat mengikis rasa nasionalisme untuk mempertahankan Indonesia.
Faktor keempat adalah pengaruh dan perkenalan dari budaya asing. Dalam era teknologi canggih seperti saat ini, masyarakat disuguhkan pada budaya asing yang dapat diketahui melalui media elektronik seperti televisi dan jaringan internet. Karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang terbuka, maka budaya asing dapat diterima begitu saja. Hal ini terutama terjadi pada generasi muda, yaitu para remaja. Saat ini budaya yang sedang marak adalah budaya Korea. Banyak produksi – produksi film dan musik Korea yang masuk ke Indonesia. Para remaja dapat mengikuti trend budaya masyarakat Korea tersebut. Mereka tertarik untuk mempelajari bahasa Korea dan memakai mode busana Korea daripada mengenakan batik. Dalam film yang disuguhkan oleh negara tersebut diantaranya memuat produk – produk mereka, seperti misalnya ponsel. Para remaja cenderung ingin memiliki ponsel produksi mereka karena ingin mengikuti tokoh idolanya. Begitu pula dengan musiknya. Walaupun masih belum fasih, remaja sering menyanyikan lagu – lagu berbahasa Korea daripada menyanyikan lagu – lagu nasional yang dianggap ketinggalan zaman. Hal inilah yang mengikis semangat nasionalisme kita. Dari generasi muda yang merupakan tunas – tunas bangsa sudah tidak mengenali identitasnya, tetapi lebih mengenal identitas orang lain. Lalu rasa cinta tanah air pun sudah terkikis, bahkan mungkin tidak ada.
Tentunya mereka membandingkan kondisi yang dimuat oleh film – film tersebut. di Korea yang merupakan negara maju, fasilitas publiknya sudah bagus dan memenuhi kepuasan masyarakatnya. Apabila dibandingkan dengan Indonesia, fasilitas umum yang diberikan oleh negara kepada masyarakat masih tidak memuaskan. Kemudian timbul rasa kecewa pada tunas – tunas bangsa yang masih belia ini. Apabila mereka diberi pertanyaan untuk memilih, menjadi warga Korea atau Indonesia, tentu dengan polosnya mereka memilih Korea. Pola pikir kita tengah dijajah oleh budaya asing. Generasi muda saat ini kurang mengenal kebudayaan Indonesia, tetapi lebih mencintai budaya luar negeri. Nasionalisme dari luar mulai tertanam di hati tunas – tunas bangsa.
Di sisi lain, orang Indonesia yang tinggal di luar negeri masih memiliki semangat nasionalisme. Mereka menanamkan rasa nasionalisme ini kepada masyarakat luar. Seperti misalnya, pengenalan terhadap tarian Bali dan musik angklung. Masyarakat luar antusias untuk mempelajari budaya Indonesia, sedangkan masyarakat Indonesia antusias mempelajari budaya asing. Apabila masyarakat Indonesia sendiri melupakan identitasnya sendiri, mungkin suatu saat identitas tersebut diambil oleh masyarakat luar negeri dan tidak ada yang tersisa dari Indonesia untuk generasi selanjutnya.
Lalu bagaimana bangsa Indonesia menyikapi faktor – faktor pengikis semangat nasionalisme ini?
Sebenarnya kita memiliki sebuah senjata ampuh yaitu media elektronik. Kita dapat mengenalkan budaya kita kepada masyarakat dengan menggunakan media elektronik ini. Seperti misalnya tarian – tarian nasional yang dapat ditayangkan di televisi. Cerita sejarah yang dapat ditayangkan melalui film, dan lain – lain. Kita dapat melakukan kampanye untuk mengingatkan masyarakat terhadap pentingnya semangat nasionalisme, mengenalkan budaya asli Indonesia, dan memberitahukan bahwa kita adalah bangsa yang memiliki latar belakang dan nasib yang sama. Dengan demikian, budaya asing yang masuk dapat disaring oleh kesadaran masyarakat pada rasa nasionalisme.

Senin, 12 Maret 2012

Renungan Bersama

Diposting oleh Ken Mercedez di 18.31.00 2 komentar
Guys, sebagai anak muda yang bergaul di kota gede mungkin kita pernah merasa iri ato kepingin lah hidup enak kayak anak - anak yang ortunya berduit. Pengen ini dapet, pengen itu oke. Gak ada sulitnya untuk dapetin sesuatu yang kita pengen. But, materi tuh bukan segalanya. Wah, kata - kataku ini dah sering banget kalian denger ya. Beneran kok, materi bukan segala - galanya!
Kenapa aku bisa bilang gitu? Saat kita pengen sesuatu dan mendapatkannya mudah, tinggal bilang maunya apa, langsung Tadaaaaa...!!! ada gityu, senengnya cuma sesaat lho! Kita gak bisa menikmati gimana sih perjuangan kita untuk dapetin barang itu. Rasanya barang itu jadi begitu murah karna gampang mendapatkannya. Tapi kalo kita mendapatkannya dengan usaha, wah... puasnya kerasa banget, Guys! Kita juga bisa lebih menghargai barang tersebut. Ditambah lagi, barang itu jadi memiliki kenangan tersendiri buat kita.
Aku salut banget sama orang - orang yang hidupnya mandiri. Mau berusaha, minimal bisnis kecil - kecilan lah untuk melatih kemandirian dan gak pengen bergantung sama ortu. Saat kita udah menjalani kehidupan berkeluarga sendiri, baru deh kita tau gimana sih rumitnya mengatur perekonomian? Untuk itu kita harus menyiapkan mental nih Guys, biar suatu saat kita gak kaget. Biar gak ada kata "Dulu aku pengen ini tinggal minta ortu. Kebutuhanku gampang terpenuhi. Tapi sekarang kok kayak gini ya?" wah, gak pengen kan mengucapkan kata - kata miris itu...
Janganlah kita terlalu menuntut ini - itu sama ortu. Kita juga perlu menengok yang di bawah kita. Aku pernah ikut merasakan gimana keadaan orang - orang yang tidak seberuntung kita. Sebenarnya kalo kita peka, di acara televisi juga banyak kok ditayangin hal - hal beginian. Kita perlu instospeksi diri juga. Janganlah selalu meminta, tapi pikirkanlah apa yang bisa kita berikan untuk orang lain. Hal itu dapat membuat kita merasa berarti di dunia ini.

Just that, mungkin ada cuap -cuap dari temen - temen silahkan berbagi komentar ya! :D

Jumat, 02 Maret 2012

Gengsi itu Membunuh, lho!

Diposting oleh Ken Mercedez di 14.43.00 2 komentar
Sobat, kali ini aku mau share masalah “Gengsi”. Udah pada tau kan Gengsi itu apa? Yup, perasaan enggan untuk melakukan sesuatu yang dinilai menurunkan harga diri. Sebenernya kalau kita mau berpikir jernih, gak semua masalah yang kita anggap ‘menurunkan harga diri’ itu bener – bener negatif. Contohnya nih, kita punya masalah dengan teman kita. Masalah itu diawali dari kesalahpahaman. Lalu ketika kita sadar masalah itu sebenarnya sepele, kita gengsi untuk mengatakan maaf duluan. Dari awal gengsi inilah, semakin membuka pintu suram kita untuk ke depannya.
Kenapa bisa begitu? Karna kita bisa kehilangan teman itu, bahkan mungkin sampai selamanya. Kita tidak bisa menuntut agar teman kita itu yang minta maaf duluan. Siapa tau dia juga terikat oleh gengsi juga. Kalau sama – sama gengsi, kapan akurnya? Kita yang menyadari dahulu, maka kitalah yang mengatasinya terlebih dahulu. Kalau kita mau meminta maaf, ya walaupun kita merasa si dia yang salah, dengan sendirinya teman kita itu akan menyadari kesalahannya juga dan balik minta maaf. Selesai kan masalahnya? Kalau kita masih mempertahankan gengsi, maka kita akan dihantui rasa bersalah selamanya.
Nah, itu masalah pertemanan. Bagaimana kalo gengsi yang berkaitan dengan bisnis? Misalnya, kita ingin membangun bisnis sendiri tetapi gengsi untuk melakukannya dari bawah. Anak kuliahan banyak lho yang suka berbisnis aksesoris dan sebagainya. Kalau mengerjakan hal itu kita gengsi duluan, kapan dong dapet ilmu berbisnisnya? Bisa – bisa kita ketinggalan ilmu ‘berbisnis’. Hohoho...
Sama halnya dengan meminta tolong atau menanyakan sesuatu. Kalau kita malu bertanya, pasti sesat di jalan. (Pepatah klasik banget yak!) begitu pula kalau kita gengsi untuk meminta tolong padahal kita gak mampu mengerjakan sesuatu sendirian. Bisa – bisa kerjaan kita gak sukses atau malah ancur. So Guys, buanglah gengsimu jauh – jauh. Gengsi itu membunuhmu (mirip lagunya sapa yak?). hehehe...  Semoga Sharing kali ini berguna ya buat sobat semuanya. Aamiin.


Sabtu, 25 Februari 2012

Wisata Kulinerku bareng Temen2

Diposting oleh Ken Mercedez di 12.19.00 2 komentar
Hari kamis kemarin, aku dan teman – teman sekelasku di kampus ngerasa gerah dengan hawa puaaanas kota Jember. Kami memutuskan untuk sedikit refreshing. Jadilah kami berenam berwisata kuliner di sekitar kampus. Awalnya kami ke Campus Resto di Jalan Jawa. Wah, pertama kalinya nih buat aku kesana. Selama di Jember belum berani kesana, takut kantong terlalu tipis. Hohoho....
Ternyata nggak mahal juga sih, masih standar anak kosan. Kami pesen ice cream yang kalo gak salah namanya Double Ice Cream deh. Fotonya kayak gini, Tadaaa...

Buat para pecinta Ice Cream, cobain deh yang satu  itu.
Selain ice cream, salah satu temenku pesen kentang goreng yang uenaaak banget. Nyesel deh gak beli juga. T_T tapi lumayan bisa icip – icip. Huehehehe...
Dari sebelum makanan dateng sampe makanan abis kami sempet aja jepret – jepret narsis. Mas waitres, maaf ya jadi tukang foto dadakan. Xixixi :p



Udah kenyang dengan ice cream, kami meluncur ke Jalan Karimata untuk hunting mie ayam. Eh, disana pesen es teh sama es jeruk juga! Padahal di Campus Resto udah makan ice cream. Wah, hari itu gak ada yang namanya DIET! Dihapuskan untuk sementara waktu. Huahahahaaaa....
Tapi guys, ada pemasukan – ada pengeluaran. Masuk makanan, keluar kertinget! Cuacanya puaaanaas banget deh siang itu. Sampe – sampe Cooler teh botol sosro kami buka Cuma pengen dapet hawa dingin. Malu – maluin banget, ih! Hahaha. Pas bagian bayarnya nih yang heboh, kayak ibu – ibu arisan.
“Ini duitku, kembali 30 ribu yak!” kataku pada seorang temanku.
“Eh, eh, aku juga kembali seribu lima ratus!” temenku yang lain ikut menyodorkan uang.
“Aku nanti aja deh. Males ngerogoh saku. Pake uangmu dulu, Cit!” seru yang atunya lagi.
Si pemegang duit ikutan bingung. “Huaaa... kayak mo arisan!” katanya sambil mencak – mencak. Hihihi...
Untung aja kami pulang sebelum ujan. Soalnya pas kami udah nyampe kosan masing – masing, 5 menit kemudian ujan gede dibarengi kilat menyambar – nyambar, Bo! Kekenyangan, aku pun terus tertidur lelap. Hari itu mungkin berat badanku bertambah lagi, padahal udah beli obat pelangsing. Hiks!


Senin, 13 Februari 2012

My Cute Cat

Diposting oleh Ken Mercedez di 13.46.00 0 komentar
Waktu Lebaran, aku sekeluarga silaturahmi ke rumah sodara. Kebetulan sodaraku itu punya kucing angora 2 ekor, jantan - betina. Ih, lucuuuuu banget deh bikin gemes. Pengen ku bawa pulang tapi gak boleh sama si Empunya. akhirnya sodaraku nawarin kalo ada kucing 'ningrat' dijual nanti kasih kabar sama aku. Aku tentu aja setuju banget. Hehehe 2 hari kemudian, sodaraku kasih kabar kalo tetangganya mau jual kucing persia. Wah, langsung deh kusamperin rumahnya. Waktu aku liat si kucing persia itu, masih belum ada getar - getar asmara yang begitu dalam. Abis kucingnya merana sih, berkutu, kurus, di dalem kandang kecil dengan pakan yang murah *hiks, kasian*. Karna kasian dan kapan lagi dapet tawaran kucing yang udah gede gitu dengan harga miring banget, ku beli deh kucing persia betina itu. Aku lupa tanya umurnya, tapi taksiranku mungkin umur 2 tahun kali ye.. Kucing baruku ternyata gak dikasih nama sama pemilik lamanya *ngenes banget, nama aja gak punya*. Aku yang lagi keranjingan bahasa Korea menamai kucingku Hwang Beo Jin (nama penyelam pertama asal korea di dorama Tamra The Island). But, namanya yang terlalu rumit bikin ortuku males en manggil dengan sebutan Indonesia banget, yaitu Pochil. Jiaaah, jadi keikut manggil Pochil deh. Tapi namanya di akte kelahiran tetep Hwang Beo Jin kok :p Di rumah kucingku sangat terawat karna bokapku suka kebersihan. Dalam jangka waktu 2 bulan kucingku sudah bebas dari kutu, badannya makin endut karna pakannya (lumayan) bonafit. hehehe Dan inilah profil kucing cantikku sekarang, Tadaaaa!!!
Kalo yang ini waktu dia bobok

Zzzzttt.....

lagi Jalan - jalan di depan rumah
lagi nyari rayap
selonjoran aja deh, lagi gerah
Sesi Pemotretan
gak mau diekspos lagi, udah capek katanya
Makasih udah baca ceritaku ya!
 

Ken Mercedez Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting