Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Agustus 2012

Yang Kurindukan

Diposting oleh Ken Mercedez di 14.54.00 2 komentar
Kurindu rumput hijau di dekat rumahku,
kurindu embun basah di pagi hariku,
kurindu masa - masa itu,
saat hidup begitu sederhana.

Kini rumput telah mati,
berganti tanah dan bata.
Embun pun tak berasa,
terganti gumpalan asap membumbung tebal.

Hidup semakin rumit.
Hidup tak lagi semudah dahulu,
ketika masa kecil itu masih sederhana,
hijau dan basah.

Sabtu, 24 Maret 2012

Kau Rasakan Sendiri

Diposting oleh Ken Mercedez di 22.46.00 0 komentar
Sekarang kau rasakan
bila harus tanpaku
Sekarang kau rasakan
pahit getirnya buah lakumu
Kini biar kau tahu
sakitnya hidup
dalam lembah keegoisanmu itu
Selamat tinggal!
Ku takkan kembali lagi
hidupku di jalanku sendiri
Dan berdirilah dengan kakimu sendiri.

Rabu, 07 Maret 2012

Ku Cintaimu, Ku Sayangimu

Diposting oleh Ken Mercedez di 16.20.00 2 komentar

Ku cintaimu
Setulus hatiku
Tak ku pandang harta berlimpah
Slama bukan jerih keringatmu,
itu sia – sia.

Ku cintaimu
Karna hati murnimu
Ku melihatmu
Sempurna untukku
Ku ingin merakit perahu hidup bersamamu
Berlabuh denganmu
Hingga tutup usiaku

Ku ingin jadi bagian dari hidupmu
Bukan tuk bebani dirimu
Tak lain karna ku tahu
Kau tak lengkap tanpaku

Ku sayang kamu
Karna kau pilihanku
Pemberian Tuhan
sbagai Jodohku.

Minggu, 04 Maret 2012

Kerinduan

Diposting oleh Ken Mercedez di 12.44.00 4 komentar

Aku sungguh merindukanmu
 Seperti pasir merindukan deburan ombak
dan mutiara merindukan karang
Kau bawa kemana hatiku?
Mengikutimu kah?
Detak jantungku seperti alunan lagu sendu
Mataku buta tanpa bayangmu..
Pujanggaku,
cepatlah datang.
Akankah kau biarkanku
dahaga di ladang yang mulai kering?
Diri ini meradang tanpamu..
Karna kau bawa lari

hati dan pikiranku

Sabtu, 03 Maret 2012

Mesin Coklat Cinta

Diposting oleh Ken Mercedez di 21.44.00 0 komentar
Setiap kali melihat cokelat, timbul rasa cinta.
Kenapa bisa begitu?
Anehkah diriku?
Bagaimana cinta itu terbuat?
Apakah sama seperti pembuatan cokelat?
Suatu hari aq bertemu sang pembuat cokelat.
Ia memiliki sebuah mesin yang unik.
Cokelat buatannya begitu lezat.
Aq bertanya, "Bisakah aku membuat cinta dengan mesin ini?"
Ia menjawab, "Tidak, karna mesin itu adalah hatimu,"
Aku tersenyum. Sejak saat itu aq pandai membuat cinta.
Kue cokelat cinta pertamaku, ku persembahkan padamu, Wahai Pujaan hati.
Selamat menikmati...
Nb:
Bahan2:
1 kg sayang
1/2 sendok cemburu
2 kg bubuk cinta

Minggu, 26 Februari 2012

Derita Kami, Rakyat Biasa

Diposting oleh Ken Mercedez di 08.02.00 3 komentar
Kami sedang terluka
Kami masih menanti
Kapankah Sang Pemimpin sejati datang?
Kami sudah tak sabar
Kami hanya bisa menangis dan meronta
Tubuh sudah kami bakar,
Mulut sudah kami jahit
Kami sudah mencoba banyak cara
Namun Para Petinggi itu masih terlena harta dan tahta
Kami tak butuh janji – janji
Kami ingin pemimpin sejati!
Kami ingin hak kami dipenuhi
Kami ingin keadilan
Mengapa pencuri harus dibedakan?
Antara yang bersandal dan bersepatu
apa bedanya?
keduanya sama berdosa
Kami seperti anak terlantar
yang diasuh orang tak bertanggungjawab
inilah jeritan kami
Wahai, Para Petinggi

Minggu, 19 Februari 2012

Nasehat Sang Waktu

Diposting oleh Ken Mercedez di 09.24.00 2 komentar

Nona kecil, janganlah bersedih
Siapa yang kau nanti?
Dirinya kah?
Takkan lari kemana
Ia sangat mencintaimu
Bukankah telah ia kirimkan begitu banyak cinta padamu?
Belum cukupkah itu?
Ku tahu hatimu begitu merindu
Slalu bersama, namun kini berbeda
Nona kecil, bisakah kau menunggu?
Sejenak ia pergi, cepat kan kembali
Mari menanti bersamaku, Sang Waktu.

Nona kecil kemudian menjawab:
Ya, aku slalu merindukannya
Bagaimana tidak?
Bisakah bunga hidup tanpa batang yang menyangganya?
Ia telah berikan begitu banyak cinta
Tapi sebagai imbalan, ia bawa lari hatiku
Kini ku hanya bisa menunggu brsamamu, Tuan Waktu
Bisakah kau tanyakan pada Takdir yang Agung,
akankah ia jadi jodohku?
 

Ken Mercedez Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting