Arang and The Magistrate (Arang dan Hakim)
15 Agustus 2012
Pemeran:
Shin Min Ah
Lee Jun Ki
Yun Woo Jin
Cerita Singkat:
Pada masa Joseon, hantu - hantu berkeliaran di dunia manusia. Salah satu hantu itu adalah Arang (Shin Min Ah). Arang berbeda dengan hantu lainnya yang datang ke dunia manusia karena memiliki urusan duniawi yang belum terselesaikan. Ia kabur dari alam baka karena penasaran mengapa ia menjadi satu - satunya hantu yang tidak ingat masa lalunya. Suatu hari ia bertemu Kim Sato (Sato ini artinya Hakim) yang diperankan oleh Lee Jun Ki. Lee Jun Ki bisa melihat hantu dan ia sedang dalam misi mencari ibunya yang hilang. Keduanya kemudian bekerjasama menemukan ibu sang Hakim dan masa lalu Arang yang ternyata saling berkaitan.
Bagus deh ceritanya, romantis banget!
Tampilkan postingan dengan label Resensi Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Film. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Oktober 2012
Rabu, 16 Mei 2012
Me Too, Flower (16 Episode)
Ini drama Korea yang Ken suka, nontonnya pun dengan penuh antusias tanpa
dicepet – cepetin. Hahaks...
Cha Bong Sun (Lee Ji Ah) adalah seorang Polwan yang galak. Ia hidup
seorang diri dan kesepian. Suatu hari ia bertemu seorang pemuda bernama Seo Jae Hee (Yoon Shi Yoon) dan
bertengkar kecil dengannya. Tidak disangka pemuda itu bekerja sebagai tukang
parkir di sebuah butik besar bernama Perche yang lokasinya berdekatan dengan
kantor polisi tempat Cha Bong Sun bertugas. Kontan keduanya sering bertemu dan bertengkar
tentunya.
Benci dan cinta itu bedanya tipis. Mereka akhirnya jatuh cinta. Tetapi Park Hwa Young atau Nyonya
Park (Han Go Eun) adalah sosok wanita yang rapuh dan membutuhkan sosok Jae Hee dalam
hidupnya. Ia berusaha menghalangi Jae
Hee dan Petugas Cha bersatu. Oleh karena itu, ia membongkar penyamaran Jae Hee yang
ternyata bukan sekedar tukang parkir, melainkan pendiri Butik Perche! Ia juga
menyogok Kim Dal (Seo Hyo Rim) yang merupakan adik tiri Petugas Cha untuk menghancurkan hubungan mereka
berdua.
Kim Dal yang terobsesi menjadi wanita kaya menerima tawaran Nyonya Park.
Namun setelah tahu Jae Hee kekasih sang kakak, ia merasa bersalah dan
membongkar rahasia Nyonya Park pada Jae Hee.
Drama korea ini romantis banget, mengharukan, tapi juga lucu abis. Gak
nyesel deh nonton dramanya. Sangat direkomendasikan oleh Ken Mercedez! :D
Categories
Resensi Film
Lakshya लक्ष्य (Tujuan)
Kenapa Ken review film India? Karena Ken suka film India (tapi kalo yang main pemain2 muda jaman sekarang gak suka ah, terlalu kebarat - baratan dari segi busana hingga jalan ceritanya). So, Ken mau bagi resensi film tahun 2004 ini (lumayan jadul). Judulnya Lakshya. Cekidot!
Karan (Hritikh Roshan) adalah pemuda yang tidak pernah memikirkan masa
depan karena ia tidak punya tujuan yang pasti. Ia memiliki kekasih Romi (Preety
Shinta) yang merupakan aktivis kampus dan terobsesi menjadi seorang Reporter.
Orang tua Karan selalu membandingkannya dengan sang kakak yang berbakti dan
bermasa depan cerah.
Suatu hari teman Karan ingin menjadi tentara. Bingung menentukan tujuan,
Karan ikut – ikutan masuk tentara padahal temannya yang menjadi panutan tidak
jadi masuk tentara karena dilarang orang tuanya. Karan menjadi goyah, tetapi
Romi selalu memberinya semangat. Hingga di akademi tentara, Karan tidak serius
menjalani kewajibannya dan selalu dikenai hukuman. Merasa tidak betah, Karan
kabur di tengah malam. Tindakannya ini menuai kemarahan orang tuanya dan
kekecawaan Romi. Gadis itu memutuskan hubungan mereka karena tidak ingin
memiliki kekasih seorang pecundang. Dari sinilah Karan merenung dan memutuskan
untuk serius menjalani kewajibannya, ia selalu ingat perkataan Romi yang
menyebutnya pecundang. Karan ingin membuktikan pada Romi bahwa ia bisa menjadi
yang terbaik. Karan kembali ke akademi dengan penuh keseriusan dan berani
menanggung konsekuensi karena pernah kabur. Ia menjalani semua hukumannya
dengan tegar. Setelah lulus dan menjadi tentara, Karan hendak menemui Romi.
Sayang, gadis itu telah bertunangan dengan orang lain. Karan pun patah hati dan
berniat melupakan Romi.
Beberapa tahun kemudian, Karan ditugaskan di daerah perbatasan India yang
sedang rawan. Ia bertemu Romi yang bertugas sebagai reporter disana. Semula
Karan menjauhi Romi karena gadis itu telah memiliki tunangan, padahal Romi memutuskan
tunangannya karena terlalu banyak diatur. Selalu bertemu membuat cinta lama
mereka bersemi kembali. Karan dan Romi bersatu kembali, tetapi ia harus
menunaikan tugasnya membela tanah air. Karan meninggalkan Romi untuk berperang
melawan musuh. Ia membawa kemenangan untuk negaranya dan kebanggaan untuk
dipersembahkan bagi Romi dan kedua orang tua Karan.
Film ini bagus sekali. Sangat menggugah rasa, tentang menentukan pilihan,
jati diri, dan kecintaan pada tanah air. Menontonnya akan membuat kita merasa
semakin hanyut karena film ini berdurasi 3 jam! Wow! Selamat menonton. :D
Categories
Resensi Film
Selasa, 15 Mei 2012
Rab Ne Bana Di Jodi (Jodoh dari Tuhan)
Ken suka banget film India yang 1 ini.
Surinder Sahni (Sharukh Khan) adalah seorang pria pendiam, pemalu, tetapi
pintar. Gayanya kebapakan banget. Awal nonton, Ken sempat gak nyangka dia
Sharukh Khan soalnya culun banget. Surinder atau dipanggil Suri merupakan
mahasiswa kesayangan dosennya. Ia jatuh cinta saat pertama kali bertemu dengan
Taani (Anuskha Sharma) di acara pernikahan gadis yang merupakan putri dosennya itu. Malang,
calon suami Taani meninggal dalam kecelakaan saat hendak menuju rumah Taani. Karena
syok, ayah Taani terkena serangan jantung. Sebelum meninggal, beliau khawatir
Taani akan hidup sendirian, oleh karena itu beliau meminta Suri menikahi Taani
walau gadis itu tengah berduka.
Pernikahan mendadak itu tentu saja tidak siap dijalani Taani. Ia pun dingin
pada Suri. Taani mengatakan ia akan menjadi istri berbakti tetapi tidak bisa
mencintai Suri.
Suatu hari Taani ingin mengikuti latihan kontes tari. Karena melihat Taani
bersemangat, maka Suri pun mengijinkannya. Suri ingin melihat istrinya menari,
ia kemudian menyamar menjadi sosok yang tampan dan trendy dan diam – diam mengamati
istrinya. Namun pelatih tari mengira ia juga kontestan sehingga diikutkan
menari dan tanpa sengaja berpasangan dengan Taani. Merasa lebih dekat dengan Taani
setelah berpenampilan trendy, Suri memutuskan untuk menyamar sebagai Raj yang
banyak omong, suka merayu, dan menjengkelkan. Tapi hal itu justru membuat Taani
jatuh cinta hingga ia ingin pergi bersama Raj meninggalkan Suri.
Suri merasa terpukul mengetahui istrinya lebih menyukai dirinya sebagai
orang lain. Cinta memang butuh pengorbanan, ia rela membawa Taani pergi sebagai
Raj dan menjalani kehidupan palsu. Raj kemudian merencanakan kepergiannya
bersama Taani setelah kontes final Lomba Tari. Sebelum hari H tiba, ia sebagai
Suri mengajak Taani pergi ke tempat ibadah untuk berdoa sebelum melakukan
sesuatu yang besar. Ketulusan hatinya membuat Taani sadar di saat ia benar –
benar terpuruk, yang ada di sisinya adalah Suri dan bukanlah Raj yang bukan
siapa – siapa. Taani membatalkan kepergiannya bersama Raj, hal ini membuat Suri
terenyuh.
Ia hadir di final kontes tari sebagai dirinya sendiri dan menari bersama
Taani. Semula Taani tidak yakin Suri bisa menari, tetapi gerakan – gerakan tari
Suri sangat fasih dan sama persis dengan Raj. Akhirnya ia tersadar akan
ketulusan cinta suaminya yang sampai rela menyamar menjadi orang lain untuk
menunjukkan besar cintanya pada sang istri. Suri menemani dan menjaga Taani
setiap hari walaupun sebagai orang lain sekalipun. Ken suka saat Taani bilang
pada Suri, “Betapa mudahnya kamu balikkan
semua kesedihanku jadi kegembiraan. Semua air mataku jadi tawa. Aku tidak memberimu
setetes cinta dan kau terus menghujaniku dengan cintamu”.
Film ini romantis banget dan menghanyutkan. Pesan moralnya, Ketampanan
tidak bisa membeli Cinta Murni. Hanya cinta tulus dari hatilah yang dapat
membuat kita bahagia. Hanya dengan melihat orang yang kita cintai tersenyum,
bahkan nyawa pun rela kita korbankan demi dirinya.
Buat pecinta lagu - lagu Hindi, ada link sountrack film ini. Bagus - bagus lho!
Categories
Resensi Film
Langganan:
Komentar (Atom)











