Tampilkan postingan dengan label Resensi Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Film. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2012

Resensi Singkat Dorama Arang and The Magistrate

Diposting oleh Ken Mercedez di 11.59.00 0 komentar
Arang and The Magistrate (Arang dan Hakim)
15 Agustus 2012
Pemeran:
Shin Min Ah
Lee Jun Ki
Yun Woo Jin
Cerita Singkat:
Pada masa Joseon, hantu - hantu berkeliaran di dunia manusia. Salah satu hantu itu adalah Arang (Shin Min Ah). Arang berbeda dengan hantu lainnya yang datang ke dunia manusia karena memiliki urusan duniawi yang belum terselesaikan. Ia kabur dari alam baka karena penasaran mengapa ia menjadi satu - satunya hantu yang tidak ingat masa lalunya. Suatu hari ia bertemu Kim Sato (Sato ini artinya Hakim) yang diperankan oleh Lee Jun Ki. Lee Jun Ki bisa melihat hantu dan ia sedang dalam misi mencari ibunya yang hilang. Keduanya kemudian bekerjasama menemukan ibu sang Hakim dan masa lalu Arang yang ternyata saling berkaitan.
Bagus deh ceritanya, romantis banget!

Rabu, 16 Mei 2012

Me Too, Flower (16 Episode)

Diposting oleh Ken Mercedez di 12.09.00 0 komentar

Ini drama Korea yang Ken suka, nontonnya pun dengan penuh antusias tanpa dicepet – cepetin. Hahaks...


Cha Bong Sun (Lee Ji Ah) adalah seorang Polwan yang galak. Ia hidup seorang diri dan kesepian. Suatu hari ia bertemu seorang pemuda bernama Seo Jae Hee (Yoon Shi Yoon) dan bertengkar kecil dengannya. Tidak disangka pemuda itu bekerja sebagai tukang parkir di sebuah butik besar bernama Perche yang lokasinya berdekatan dengan kantor polisi tempat Cha Bong Sun bertugas. Kontan keduanya sering bertemu dan bertengkar tentunya.


Benci dan cinta itu bedanya tipis. Mereka akhirnya jatuh cinta. Tetapi Park Hwa Young atau Nyonya Park (Han Go Eun) adalah sosok wanita yang rapuh dan membutuhkan sosok Jae Hee dalam hidupnya. Ia berusaha menghalangi  Jae Hee dan Petugas Cha bersatu. Oleh karena itu, ia membongkar penyamaran Jae Hee yang ternyata bukan sekedar tukang parkir, melainkan pendiri Butik Perche! Ia juga menyogok Kim Dal (Seo Hyo Rim) yang merupakan adik tiri Petugas Cha untuk menghancurkan hubungan mereka berdua.
Kim Dal yang terobsesi menjadi wanita kaya menerima tawaran Nyonya Park. Namun setelah tahu Jae Hee kekasih sang kakak, ia merasa bersalah dan membongkar rahasia Nyonya Park pada Jae Hee.




Drama korea ini romantis banget, mengharukan, tapi juga lucu abis. Gak nyesel deh nonton dramanya. Sangat direkomendasikan oleh Ken Mercedez! :D






 

Lakshya लक्ष्य (Tujuan)

Diposting oleh Ken Mercedez di 11.51.00 0 komentar

Kenapa Ken review film India? Karena Ken suka film India (tapi kalo yang main pemain2 muda jaman sekarang gak suka ah, terlalu kebarat - baratan dari segi busana hingga jalan ceritanya). So, Ken mau bagi resensi film tahun 2004 ini (lumayan jadul). Judulnya Lakshya. Cekidot!

Karan (Hritikh Roshan) adalah pemuda yang tidak pernah memikirkan masa depan karena ia tidak punya tujuan yang pasti. Ia memiliki kekasih Romi (Preety Shinta) yang merupakan aktivis kampus dan terobsesi menjadi seorang Reporter. Orang tua Karan selalu membandingkannya dengan sang kakak yang berbakti dan bermasa depan cerah.
Suatu hari teman Karan ingin menjadi tentara. Bingung menentukan tujuan, Karan ikut – ikutan masuk tentara padahal temannya yang menjadi panutan tidak jadi masuk tentara karena dilarang orang tuanya. Karan menjadi goyah, tetapi Romi selalu memberinya semangat. Hingga di akademi tentara, Karan tidak serius menjalani kewajibannya dan selalu dikenai hukuman. Merasa tidak betah, Karan kabur di tengah malam. Tindakannya ini menuai kemarahan orang tuanya dan kekecawaan Romi. Gadis itu memutuskan hubungan mereka karena tidak ingin memiliki kekasih seorang pecundang. Dari sinilah Karan merenung dan memutuskan untuk serius menjalani kewajibannya, ia selalu ingat perkataan Romi yang menyebutnya pecundang. Karan ingin membuktikan pada Romi bahwa ia bisa menjadi yang terbaik. Karan kembali ke akademi dengan penuh keseriusan dan berani menanggung konsekuensi karena pernah kabur. Ia menjalani semua hukumannya dengan tegar. Setelah lulus dan menjadi tentara, Karan hendak menemui Romi. Sayang, gadis itu telah bertunangan dengan orang lain. Karan pun patah hati dan berniat melupakan Romi.
Beberapa tahun kemudian, Karan ditugaskan di daerah perbatasan India yang sedang rawan. Ia bertemu Romi yang bertugas sebagai reporter disana. Semula Karan menjauhi Romi karena gadis itu telah memiliki tunangan, padahal Romi memutuskan tunangannya karena terlalu banyak diatur. Selalu bertemu membuat cinta lama mereka bersemi kembali. Karan dan Romi bersatu kembali, tetapi ia harus menunaikan tugasnya membela tanah air. Karan meninggalkan Romi untuk berperang melawan musuh. Ia membawa kemenangan untuk negaranya dan kebanggaan untuk dipersembahkan bagi Romi dan kedua orang tua Karan.
Film ini bagus sekali. Sangat menggugah rasa, tentang menentukan pilihan, jati diri, dan kecintaan pada tanah air. Menontonnya akan membuat kita merasa semakin hanyut karena film ini berdurasi 3 jam! Wow! Selamat menonton. :D

Selasa, 15 Mei 2012

Rab Ne Bana Di Jodi (Jodoh dari Tuhan)

Diposting oleh Ken Mercedez di 16.32.00 5 komentar
Ken suka banget film India yang 1 ini.


Surinder Sahni (Sharukh Khan) adalah seorang pria pendiam, pemalu, tetapi pintar. Gayanya kebapakan banget. Awal nonton, Ken sempat gak nyangka dia Sharukh Khan soalnya culun banget. Surinder atau dipanggil Suri merupakan mahasiswa kesayangan dosennya. Ia jatuh cinta saat pertama kali bertemu dengan Taani (Anuskha Sharma) di acara pernikahan gadis yang merupakan putri dosennya itu. Malang, calon suami Taani meninggal dalam kecelakaan saat hendak menuju rumah Taani. Karena syok, ayah Taani terkena serangan jantung. Sebelum meninggal, beliau khawatir Taani akan hidup sendirian, oleh karena itu beliau meminta Suri menikahi Taani walau gadis itu tengah berduka.
Pernikahan mendadak itu tentu saja tidak siap dijalani Taani. Ia pun dingin pada Suri. Taani mengatakan ia akan menjadi istri berbakti tetapi tidak bisa mencintai Suri.
Suatu hari Taani ingin mengikuti latihan kontes tari. Karena melihat Taani bersemangat, maka Suri pun mengijinkannya. Suri ingin melihat istrinya menari, ia kemudian menyamar menjadi sosok yang tampan dan trendy dan diam – diam mengamati istrinya. Namun pelatih tari mengira ia juga kontestan sehingga diikutkan menari dan tanpa sengaja berpasangan dengan Taani. Merasa lebih dekat dengan Taani setelah berpenampilan trendy, Suri memutuskan untuk menyamar sebagai Raj yang banyak omong, suka merayu, dan menjengkelkan. Tapi hal itu justru membuat Taani jatuh cinta hingga ia ingin pergi bersama Raj meninggalkan Suri.




Suri merasa terpukul mengetahui istrinya lebih menyukai dirinya sebagai orang lain. Cinta memang butuh pengorbanan, ia rela membawa Taani pergi sebagai Raj dan menjalani kehidupan palsu. Raj kemudian merencanakan kepergiannya bersama Taani setelah kontes final Lomba Tari. Sebelum hari H tiba, ia sebagai Suri mengajak Taani pergi ke tempat ibadah untuk berdoa sebelum melakukan sesuatu yang besar. Ketulusan hatinya membuat Taani sadar di saat ia benar – benar terpuruk, yang ada di sisinya adalah Suri dan bukanlah Raj yang bukan siapa – siapa. Taani membatalkan kepergiannya bersama Raj, hal ini membuat Suri terenyuh.
Ia hadir di final kontes tari sebagai dirinya sendiri dan menari bersama Taani. Semula Taani tidak yakin Suri bisa menari, tetapi gerakan – gerakan tari Suri sangat fasih dan sama persis dengan Raj. Akhirnya ia tersadar akan ketulusan cinta suaminya yang sampai rela menyamar menjadi orang lain untuk menunjukkan besar cintanya pada sang istri. Suri menemani dan menjaga Taani setiap hari walaupun sebagai orang lain sekalipun. Ken suka saat Taani bilang pada Suri, “Betapa mudahnya kamu balikkan
semua kesedihanku jadi kegembiraan. Semua air mataku jadi tawa. Aku tidak memberimu setetes cinta dan kau terus menghujaniku dengan cintamu”.

 
Film ini romantis banget dan menghanyutkan. Pesan moralnya, Ketampanan tidak bisa membeli Cinta Murni. Hanya cinta tulus dari hatilah yang dapat membuat kita bahagia. Hanya dengan melihat orang yang kita cintai tersenyum, bahkan nyawa pun rela kita korbankan demi dirinya.

 Buat pecinta lagu - lagu Hindi, ada link sountrack film ini. Bagus - bagus lho!





 

Ken Mercedez Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting